Tegal – Wakil Walikota Tegal Muhamad, ST. MM meminta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPK) Kota Tegal untuk bekerja ekstra menanggulangi kemiskinan di Kota Tegal. Inovasi dengan pemanfaatan IT serta meniru kota- kota lain yang lebih maju dalam meningkatkan PAD sangat diperlukan. PAD kata  Jumadi menjadi salah satu kunci untuk menjawab kemiskinan di Kota Tegal. Hal itu diucapkan Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi saat menyampaikan Rapat Koordinasi Strategi Penanggulangan Kemiskinan Kota Tegal Tahun 2020 di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal. Kamis (21/11).

“Dengan memiliki pendapatan besar Kota Tegal akan dengan mudah memberikan berbagai bantuan pada warga miskin,” terangnya. Karena itu menurutnya menjadi keharusan bagi OPD terkait untuk segera menerapkan berbagai inovasi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Terlebih penanggulangan kemiskinan dikatakan Jumadi juga menjadi Prioritas dalam Rencana Pemabngunan Jangka Menenngah Daerah (RPJMD) Kota Tegal 2019-2024.

Adapun peran strategis yang harus dilakukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPD) Kota Tegal  yakni menyusun strategi penanggulangan kemiskinan daerah yang terintegrasi dengan RPJMD, melakukan advokasi pemantauan dan pengendalian program penanggulangan kemiskinan (Pronangkis), menyusun dan melaporkan hasil pelaksanaan penanggulangan kemiskinan, menganalisa kondisi kemiskinan di Kota Tegal sesuai dengan indikator kemisikinan, memfasilitasi proses perencanaan penganggaran yang pro rakyat miskin oleh opd. serta yang terpenting dititik beratkan yakni adanya data base warga miskin yang selalu update oleh Dinas Sosial.

Terlebih saat ini dikatakan Jumadi tantangan yang dihadapi penanggulangan kemiskinan diantaranya lahan usaha yang semakin terbatas, kapasitas dan peluang usaha masyarakat yang masih rendah, penyerapan tenaga kerja di sektor formal yang harus menghadapi isu ketenagakerjaan serta faktor exclusion (marjinlasiasi) seperti penduduk disable, penyakit kronis dsb.

Selama tahun tahun 2019 total anggaran kemiskinan Kota Tegal sebesar Rp. 38.067.759.000 atau 3.08 % dari total APBD 2019 angka tersebut naik 1.06 % dari tahun 2018 sebesar Rp. 24.964.022.000. atau 2.1 persen dari APBD 2018.

Selain dari APBD, anggaran penanggulangan kemiskinan non APBD tahun 2019 berasal dari bantuan BAZNAZ Kota Tegal melalui program RTLH bagi 20 unit rumah masing masing sebesar Rp.10.000.000/rumah serta Bantuan RTLH Bank Jateng sebesar Rp. 10.000.000/rumah untuk 30 unit Rumah.