TEGAL – Salah satu unsur dalam Sapta Pesona adalah unsur kenangan, dimana obyek wisata untuk menghadirkan unsur tersebut dilkukan berbagai cara agar wisata tersebut dapat dikenang oleh wisatawan. Hal tersebut yang dilakukan di Pantai Pulo Kodok.
Untuk menambah daya tarik wisatawan terutama yang belajar di edumina wisata Pulo Kodok. Kelompok Bersama (Kube) Gulama membuat Patung Komodo untuk edukasi. Pembuatan patung tersebut dikerjakan secara gotong-royong dan berlangsung selama tujuh hari.
“Kami membuat patung tersebut murni untuk meningkatkan daya tarik pengunjung dan sebagai hiburan selama mereka belajar disini,” kata Ketua Kube Gulama Teguh Sapari, Senin (19/03).
Pembuatan patung tersebut telah menghabiskan 17 sak semen dengan dana iuran dari kelompok. Kemudian untuk ijin pembuatan sudah melakukan koordinasi dengan Balai Pelatihan dan Perikanan (BP3). Selama itu murni untuk edukasi dan menghibur pengunjung. Mereka tidak mempermasalahkan pembuatan patung tersebut. Tidak ada filosofi dalam pembuatan patung komodo tersebut. Semuanya murni untuk meningkatkan daya tarik pengunjung yang belajar di edumina wisata.
“Kedepanya tidak hanya patung komodo saja yang dibuat, tetapi patung lumba-lumba dan karang-karangan juga akan ditambah. Koordinasi dengan Pokdarwis dan pemerintah sudah kami lakukan, semoga dengan pembuatan patung tersebut Pantai Martoloyo Pulo Kodok akan berkembang,” tandasnya.
Meskipun kawasan tersebut menjadi bagian dari konsep waterfront city Kota Tegal. Tetapi kelompok tidak mempersoalkan hal tersebut. Ketika Pemkot akan mengambil wilayah tersebut saat dibutuhkan, kelompok mempersilahkan. Tetapi mereka berharap untuk tetap dilibatkan dalam penataan Pulo Kodok. Karena mereka yang sejak awal sudah menata dan membersihkan kawasan tersebut.
“Kami berharap ketika nanti kawasan tersebut dijadikan waterfront city. Masyarakat sekitar terutama Kube Gulama dan Pokdarwis tetap dilibatkan untuk mengelola lingkungan,” ungkap Ketua Pokdarwis Pulo Kodok Nino Aditya Priyanto.
