TEGAL-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018. Dari tujuh daerah yang menyelenggarakan pilkada di Jawa Tengah, ada dua daerah yang berada di wilayah kerja KPw BI Tegal yakni Kota Tegal dan Kabupaten Tegal

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Joni Marsius mengatakan semakin banyak kegiatan ekonomi atau masyarakat maka jumlah uang yang beredar akan semakin meningkat. “Kegiatan meningkatnya jumlah uang yang beredar wajib diwaspadai kemungkinan bereddarnya uang palsu,” kata Joni Marsius, Rabu (24/1) di kantor BI Tegal.

Joni mengungkapkan pencegahan tindak kejahatan pemalsuan uang menjadi perhatian serius Bank Indonesia. Sepanjang tahun 2017, BI Tegal menemukan 4.457 lembar uang yang diragukan keasliannya atau palsu. Jumlah tersebut meningkat 32 persen dari tahun 2016 sebanyak 3.382 lembar.

“Untuk mengecek keaslian alat pembayan tersebut, cara yang paling sederhana yakni lakukan tiga D (dilihat, diraba, diterawang). Jika tidak, pakai alat kaca pembesar atau lampu ultraviolet. Jika masih ragu- ragu, datang ke BI,” ungkap Joni.

Pada tahun 2018, kata Joni, Kantor Perwakilan BI Tegal menambah peralatan untuk membantu masyarakat memverifikasi dan klarifikasi uang yang diragukan keasliannya. Alat bernama Stereo Microscope dan Portable Microscope ini sangat akurat sehingga tidak perlu lagi dikirim ke BI Conterfeit Analisis Center (CAC) yang ada di Jakarta.

“Dengan demikian, layanan klarifikasi atau verifikasi uang yang diragukan bisa dilakukan lebih cepat dan akurat”, pungkas Joni Marsius.  (Sa. Amin/wartabahari.com)