TEGAL-Dalam seminar nasional Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ekonomi Daerah dalam Dinamika Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Sebagai pemateri, Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP menjelaskan bahwa memasuki Masyarakat Ekonomi Asean  pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat yang mana hingga triwulan III 2016 tercatat tumbuh di atas 5%.

Hal itu terjadi karena di dorong oleh stabilnya konsumsi Rumah Tangga, Belanja Konsumsi dan Investasi Pemerintah serta dari sisi lapangan usaha sektor konstruksi, informasi dan komunikasi, perdagangan dan jasa keuangan menjadi pendorong.

Menurut Gubernur, Indonesia sebagai Negara tujuan yang menarik untuk para Investor, survei JBIC 2015 di antara negara ASEAN lainnya Indonesia paling diminati oleh Investor setelah India.

Peluang Jawa Tengah untuk pasar ASEAN yang mana permintaan pasar domestik terhadap produk dan komoditas lokal Jawa Tengah yang masih cukup tinggi, serta meningkatnya aliran investasi asing, sebagai dampak penguatan Dollar AS akibat kebijakan kenaikan suku bunga Global.

Tantangan Jawa Tengah untuk Pasar ASEAN, lanjut Gubernur perlunya diversifikasi produk ekspor berbahan baku lokal yang tidak dihasilkan oleh negara-negara maju yang menerapkan kebijakan proteksionisme perdagangan seperti Amerika Serikat serta peningkatan penggunaan bahan baku lokal juga untuk mengantisipasi ketergantungan impor bahan baku dan perbaikan pemerataan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia. (S.Mu’min/wartabahari.com)