Tegal – Sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi sekolah, SMP Negeri 6 Kota Tegal mengadakan lomba membaca senyap dan pameran.
Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca. Gerakan itu juga bertujuan menumbuhkan budaya menulis dan membaca.
Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Kota Tegal Listiana Kusuma Wardani mengatakan gerakan literasi sekolah, merupakan sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis. Sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. Gerakan literasi sekolah itu merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah baik guru, peserta didik, orang tua/wali murid, dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai elemen.
“Salah satu upaya yang ditempuh oleh UPTD SMP 6 Tegal untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca yang dilakukan setiap hari,” kata Listiana.
Listiana mengungkapkan peserta didik diwajibkan membawa satu materi bacaan dengan kriteria yang telah ditentukan. Kemudian membacanya secara bertahap dengan durasi waktu 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dipagi hari. Jika materi bacaan seorang peserta didik telah habis, bisa bertukar dengan teman sekelasnya. Upaya lain berupa kerjasama dengan pihak perpustakaan daerah (perpusda) yakni mendatangkan mobil perpustakaan keliling ke sekolah secara berkala. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, dan auditori.
“Di abad 21 ini, kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi. Sehubungan hal tersebut, SMP Negeri 6 Tegal juga memfasilitasi peserta didik dengan perpustakaan yg dilengkapi ruang audio visual,”ungkap Listiana.
Listiana menyampaikan selain kegiatan rutin di atas sebagai wujud aktualisasi budaya literasi di lingkungan sekolah. SMP Negeri 6 Tegal telah menyelenggarakan serangkaian lomba pendukung meliputi Lomba Membaca Senyap dan Lomba Menulis Karya Fiksi. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.
“Kegiatan lomba ini dirangkai dengan Pameran Literasi yang menampilkan hasil karya seni dan sastra peserta didik,” ujar Listiana.
