TEGAL-Usia senja tak menjadi hambatan untuk merampungkan pendidikan kejar paket A atau setara dengan sekolah dasar. Mereka adalah siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sakila Kerti. Keseharian mereka bekerja sebagai pengasong di Terminal Tegal.

Kamis, (3/4), di SMP Negeri 1 Tegal, Nampak mereka dengan serius mengerjakan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) kejar paket A.

Salah satu siswa, Wariah (55), mengatakan bahwa, meski sudah memiliki cucu, Ia merasa senang mengikuti ujian. Sebab, Dia berharap dapat lulus dan mendapatkan ijazah yang sah. “Saya punya cucu lima, ikut ujian ini agar bisa dapat ijazah,” kata Wariah.

Panitia USBN Tri Yuli mengatakan ujian diikitu 118 peserta yang berasal dari 9 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Pesertanya dari anak putus sekolah, anak jalanan dan pedagang asongan

“Pelaksanaan ujian, Rabu-Jumat. Adapun mata pelajaran yang diujikan, yakni bahasa Indonesia, pendidikan kewarganegaraan, matematika, IPS dan IPA”, ungkap Tri Yuli.

Sementara itu, pengelola PKBM Sakila Kerti Dr. Yusqon mengatakan, ada 5 siswa dari PKMB Sakila Kerti yang mengikuti ujian paket A. Rata-rata kelahiran mereka tahun 1963. Dia berharap mereka (Siswa PKBM) dapat memberikan motivasi kepada yang lain agar dapat melaksanakan amanat UU Pendidikan. “Diusia berapapun,harus punya ijasah”,  pungkas Doktor Yusqon.