Tegal – Setelah mengikuti tahap presentasi dan wawancara TOP 40 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 di Semarang (25/7). Kini Dinas Kesehatan Kota Tegal ditinjau langsung oleh tim penilai dari KIPP Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (6/8). Dimana tinjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari peserta yang masuk dalam TOP 20 KIPP Provinsi Jawa Tengah, yang nantinya untuk masuk ke tahap TOP 10 KIPP Jateng.
Dalam penilaian tersebut tim penilai dari KIPP Provinsi Jawa Tengah yakni Mustofa dan Rosihan Widi Nugroho melihat paparan dari tim inovasi “Perlak Emas Sigasik” (Perluasan Akses Layanan Kesehatan menggunakan Empat Belas Indikator memanfaatkan aplikasi SIGASIK).
‘’Sigasik merupakan decision support system bagi dokter/tenaga kesehatan dalam mendiagnosa pasien yang berkunjung ke puskesmas dan memberikan advice pasien, dan Perlak Emas Sigasik ini sudah diadopsi oleh daerah lain,’’ papar dr. Sri Prima Indraswari
Sedangkan Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi menyampaikan bahwa dengan inovasi tersebut nantinya dapat memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat Kota Tegal.
‘’Mudah-mudahan dapat menjadi kebanggaan bagi Kota Tegal, Provinsi Jateng dan secara nasional dan menjadi pilot project bagi daerah lain. Serta saya yakin inovasi Perlak Emas Sigasik dapat bermanfaat di masyarakat. Saya yakin bisa menang,’’ ujar M. Jumadi.
Salah satu tim penilai Rosihan Widi Nugroho mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan salah satu upaya yang tidak dadakan sehingga mampu masuk dalam TOP 20 KIPP Jateng.
‘’Sistem tersebut bisa dikembangkan secara sistematis dan secara prinsip serta sistem ini harus bermanfaat harus ada keterlibatan dari masyarakat,’’ ujar Rosihan.
Selain paparan dan sesi tanyajawab, tim juga berkunjung secara langsung di Puskesmas Tegal Timur terkait penggunaan inovasi Perlak Emas Sigasik. Begitu juga dengan tinjauan langsung di Kampug KB Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur dimana masyarkat terlibat langsung dalam penggunaan Perlak Emas Sigasik.
