Puluhan pencinta sepeda tua Kota Tegal yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) kota Tegal, Minggu Pagi (16/6) berkumpul di bundaran Alun-alun kota Tegal untuk berhalal bihalal antar sesama penggemar sepeda tua, memanfaatklan Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan setiap Minggu pagi.
Kosti kota Tegal sengaja menggelar halal bihalal di untuk lebih mempererat jalinan silaturahmi sesama penggemar sepeda tua, demikian disampaikan ketua Kosti Kota Tegal, Sutari saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Ditemui saat halal bihalal, Sutari menyampaikan bahwa hobi mgengayuh sepeda tua paling tidak ada tiga keuntungan yang didapat, yang pertama bisa bersilaturahmi dengan sesama penggemar sepeda tua, yang kedua dengan mengayuh sepeda kita juga berolahraga, dan yang ketiga, menurut Sutari bisa menguri-uri budaya barang antik atau sejarah sepeda.
Tak hanya itu, komunitas pencinta sepeda tua ini juga bisa dijadikan bisnis, dengan tukar menukar atau jual beli onderdil sepeda tua yang saat ini sudah susah dicari.
“Onthelis ada dan terus tumbuh karena adanya keinginan yang sama untuk selalu bertemu dengan sesama onthelis lainnya” tutur Sutari.
Dalam kesempatan tersebut Sutari juga menyampaikan keinginan Kosti kota Tegal untuk mengadakan even tingkat nasional sebagai upaya memperkenalkan dan mendorong pariwisata kota Tegal maupun menumbuhkan ekonomi kerakyatan dengan mengajak serta kelompok masyarakat yang lain.
salah satu penggemar sepeda tua, Tomi juga menuturkan bahwa memiliki sepeda tua itu memiliki keasyikan tersendiri. Ia mengaku memilki dua sepeda tua kesayangan, yang didapat dari hasil berburu onderdil-onderdil bekas.
“Ada kenikmatan ketika mengendarai sepeda tua kesayangan” tutur Tomi
Selain itu, Tomi juga menyampaikan bahwa hobi mengoleksi sepeda tua juga bisa dijadikan sebagai investasi, sebab menurutnya harga sepeda dan onderdil-onderdilnya semakin tua semakin mahal.
