TEGAL-Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal intens merazia Pengemis, Geladangan, dan Orang Terlantar (PGOT). Kamis (26/4/2018) bersama Satpol PP, jajaran Polres Tegal Kota dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) kembali menggelar razia.
Sebanyak 30 orang berhasil digelandang ke Kantor Dinas Sosial untuk didata, diperiksa kesehatannya dan diberi pembinaan. Kasi Rehabilitas Sosial Budi Santosa mengatakan razia kali ini tim gabungan menyasar beberapa titik.
“Lokasi tersebut yakni, perempatan Maya, komplek Pasar Pagi, kawasan Alun-alun Tegal dan Terminal Tegal”, ungkap Budi.

Kabid Rehabilitas Bantuan Sosial dan Perlindungan Sosial Endah Pratiwi menyampaikan bahwa, pihaknya intens melakukan razia agar mereka (PGOT) kapok meskipun ada juga yang seringkali terjaring razia. Selain itu, agar masyarakat tidak melakukan misalnya mengemis dijalanan.
Menurut Endah, pihaknya memiliki kendala ketika melaksanakan razia PGOT, yakni Dinsos belum memiliki rumah singgah, sehingga PGOT yang terkaring hanya diberikan pembinaan sesaat. “Kami berharap agar segera memiliki rumah singgah sehingga mereka (PGOT) yang terjaring dapat dibina secara maksimal”, ujar Endah Pratiwi.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Tegal Dyah Kemala Shinta melalui Sekretaris Dinsos Siti Cahyani menjelaskan, dalam razia ini pihaknya merubah pola yang biasanya dilaksanakan pagi dirubah menjadi sore. Hal tersebut agar lebih tepat sasaran sebab selama ini para PGOT kucing-kucingan.
“Kalau siang kita dapat banyak kesempatan, kita juga dapat kesempatan dari Polres Tegal Kota yang melaksanakan razia di pagi hari. Kalau pagi semua kita tidak maksimal. Selain itu, kedepan kalau ada rumah singgah akan ada solusi yang lebih baik saat kita melakukan razia seperti”, pungkas Ani, sapaan akrab Siti Cahyani. (Sa. Amin/wartabahari.com)
