Pagelaran wayang kulit yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, dalam rangka.memeriahkan Hari Jadi Kota ke-438 Kota Tegal,Sabtu (7/4) di lapangan Alun-alun Kota Tegal, menggelar lakon “Udaya Sayembara” oleh dalangKi Agus Bagong.

Lakon ini mengisahkan Raden Buris Rawa yangmengalami sakit tak kunjung sembuh yang disebabkan karena BurisRawa ingin menikah dengan Larasati adik dari PatihUdawa di Widara Kadang, namun Buris Rawa mendapat saingan untuk mendapatkan Lara sati yakni Arjuna.

Dalang Ki Agus Bagong menyampaikan, dari persembahan wayang kulit berjudul “Udawa Sayembara” ini, ia ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa setiap manusia punya jodoh, rejeki dan pati sendiri-sendiri, ini menunjukan bahwa kita tidak bisa memaksakan diri, seperti halnya Buris Rawa dalam lakon ini yang memaksakan diri untuk mendapatkan apa yang diinginkan, namun dalam kenyataanya selalu gagal, sedangkan Arjuna tidak pernah memaksakan diri akan tetapi Ia dengan penuh keprihatinan dan ketekunan mampu meraih apa yang dia inginkan.

Intinya segala sesuatu yang diinginkan itu harus diimbangi dengan satu keprihatinan dan satu laku agar jalan yang dilauinya lurus.

Sementara itu, Pejabat Sementara (PJS) Wali Kota Tegal, Achmad Rofai dalam pembukaan acara wayangan tersebut menyampaikan bahwa wayang merupakan kesenian sejati, filosifi wayang sangat tinggi dan sangat bagus untuk generasi penerus. PJS mengaku mencintaiwayanh, Ia mengajak semua pihakharus menjaga aset bangsa ini, dan perlu diperkenalkan ke generasi mudaagar generasi penerus kita betul-betul bisa mencintai wayang, menurutnya wayang harus selalui dicintai dan dijaga.