MEDAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung 28 Juni – 4 Juli 2026 di Medan menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan.
Mengusung semangat “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, kegiatan ini mendorong pemerintah kota untuk terus meningkatkan kapasitas dalam menghadapi berbagai persoalan, mulai dari bencana, ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menghadiri Rakernas APEKSi yang pembukaannya dilaksanakan di Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tegal didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Tegal, Mohammad Afin, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, Yuli Prasetya.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema tersebut lahir dari pengalaman nyata yang dihadapi banyak daerah, termasuk Kota Medan yang belum lama ini terdampak banjir di sebagian besar wilayahnya.
“Medan mengambil tema Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat. Kami mengajak seluruh kota untuk tangguh. Belum lama ini, 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan terendam banjir. Permasalahan yang terjadi di setiap kota mengajarkan kepada kita bahwa kota harus tangguh dalam menghadapi bencana,” ujar Rico.
Menurut Rico, ketangguhan kota menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, forum Rakernas APEKSI diharapkan menjadi ruang dialog untuk bertukar pengalaman dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah kota.
“Hari ini mari kita berdialog lebih banyak untuk memajukan kota demi mewujudkan bangsa yang berdaulat. Mudah-mudahan dialog kita membawa manfaat bagi masyarakat dan daerah yang kita pimpin,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun kota yang tangguh. Ia menyebut sekitar 60 persen penduduk Indonesia saat ini tinggal di kawasan perkotaan sehingga pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan dan distribusi pangan berjalan dengan baik.
“Kami mengajak seluruh wali kota untuk menguatkan ketahanan pangan melalui ketersediaan dan logistik yang baik. Dalam membangun kota tangguh diperlukan sistem pangan yang terintegrasi, mulai dari pembiayaan, produksi, stabilisasi harga, logistik hingga pengelolaan sampah. Kota harus bertindak berdasarkan data dari sistem tersebut,” ujar Hanif.
Hanif menambahkan bahwa penguatan ketahanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh agar mampu mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat perkotaan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menyampaikan sambutan melalui tayangan video. Ia menyoroti laju urbanisasi yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional.
“Indonesia mengalami laju urbanisasi yang cepat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Saat ini sekitar 60 persen masyarakat Indonesia tinggal di kawasan perkotaan. Karena itu, kami mengajak seluruh wali kota untuk terus memajukan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Pratikno.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan menjadi faktor penting dalam menciptakan masyarakat perkotaan yang produktif, berdaya saing, serta mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Melalui Rakernas APEKSI XVIII ini, para kepala daerah diharapkan semakin memperkuat kerja sama dan kolaborasi antarkota dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, sehingga cita-cita menghadirkan kota yang tangguh dapat menjadi landasan menuju bangsa yang semakin maju dan berdaulat.(*)
