KOTA TEGAL – Pemerintah Kota Tegal bersama Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal dan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar aksi lingkungan dengan menjernihkan Sungai Jalan Abdul Syukur Margadana menggunakan eco-enzim, Jumat (12/6).
Kegiatan tersebut dalam upaya nyata menjaga kelestarian ekosistem air sekaligus mengimplementasikan sinergi dunia akademik dengan masyarakat.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat gotong royong ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono. Kehadiran orang nomor satu di Kota Tegal tersebut menegaskan betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan lingkungan perkotaan masa kini.
“Pemanfaatan eco-enzyme sebagai alternatif ramah lingkungan merupakan inovasi yang patut kita apresiasi. Bahan alami ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas air, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ini adalah langkah kecil yang akan memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Dedy Yon.
Dedy Yon juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut menunjukkan perguruan tinggi dan pemerintah dapat berkolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat dan diperluas ke berbagai sektor.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan sungai dan lingkungan sekitarnya. Tanpa partisipasi aktif masyarakat, upaya pemerintah dan perguruan tinggi tidak akan berhasil optimal. Karena itu, peran serta semua pihak sangatlah penting,” ujar Dedy Yon.
Wali Kota menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif, bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang demi kesejahteraan generasi mendatang. Dengan sungai yang bersih, akan tercipta lingkungan yang sehat dan masyarakat yang sejahtera.
Aksi penjernihan sungai kali ini terbilang unik karena memanfaatkan inovasi ramah lingkungan berupa cairan eco-enzyme. Cairan multiguna hasil fermentasi limbah organik ini merupakan buah dari penelitian mendalam yang dilakukan oleh kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS).
Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Roby Setiadi, menyampaikan bahwa pemanfaatan eco-enzyme dalam skala makro ini menjadi bukti nyata bahwa riset perguruan tinggi tidak boleh mandek di atas kertas, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi konkret bagi problematika publik, khususnya dalam memulihkan kualitas air sungai yang kian menurun akibat aktivitas domestik.
“Inovasi ini adalah langkah maju. Kita melihat bagaimana limbah organik yang diolah dengan sains mampu menjadi agen pemulih bagi alam yang rusak,” ujar Roby.
Direktur PKTJ Kota Tegal, Bambang Istiyanto, menyampaikan bahwa gerakan lingkungan tersebut bukan hanya aksi seremonial temporer, melainkan bagian integral dari komitmen jangka panjang institusional. Aksi ini menjadi motor penggerak utama dalam Gerakan PKTJ Green Campus, yang dirancang untuk mendukung penuh pelaksanaan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Lebih jauh lagi, program ini dirancang agar sejalan dengan indikator global UI Green Metric Sustainable University Rankings. Sebagai sistem pemeringkatan universitas tingkat dunia yang diprakarsai oleh Universitas Indonesia, UI Green Metric mengukur komitmen, infrastruktur, dan upaya keberlanjutan lingkungan di institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia. Melalui aksi nyata ini, PKTJ menunjukkan keseriusannya untuk menyejajarkan diri dengan institusi global yang ramah lingkungan.(*)
