KOTA TEGAL – Lokakarya Dekarbonisasi dan Desain Pasif untuk Hunian berupaya mendorong pengembangan kawasan hunian nol emisi karbon.
Yasmine Sagita, Direktur Komunikasi ViriyaEND menyampaikan bahwa pihaknya mendukung langkah strategi pengembangan kawasan kota nol emisi, berkeadilan di Indonesia, terutama di Kota Tegal.
“Kami meyakini bahwa perlu adanya kolaborasi yang kuat dengan semua pemangku kepentingan. Ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk mempercepat tujuan menjadi kota yang rendah karbon tetapi lebih inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yasmine pada acara lokakarya yang berlangsung di Aula Universitas Harkat Negeri Kota Tegal, Jum’at (24/4) siang.
Hadir Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Yasmine Sagita, Direktur Komunikasi ViriyaENB, Koswara, Direktur BTBGPL, Wakil Rektor 2 Bidang Pengelolaan Sumber Daya, Rudiyanto.
Koswara, Direktur BTBGPL menyampaikan bahwa bagaimana nantinya dapat menyiapkan strategi perumahan yang berkelanjutan kedepannya.
“Melalui kegiatan ini, kami bukan sekedar berhasil membangun tapi menyiapkan rumah nol karbon yang berkelanjutan,” ujar Koswara.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyampaikan bahwa tantangan perubahan iklim saat ini menuntut kita untuk lebih bijak dalam merancang dan membangun lingkungan hunian.
“Konsep rumah rendah karbon menjadi salah satu solusi yang relevan untuk mendukung target Indonesia menuju net zero emission dan visi indonesia nirkarbon 2060,” ujar Dedy.
Wali Kota menambahkan bahwa melalui lokakarya, generasi penerus memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait prinsip desain pasif, sehingga ke depan dapat diimplementasikan dalam pembangunan perumahan yang lebih efisien energi, ramah lingkungan, dan tetap nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.(*)
