KOTA TEGAL – Ribuan Syekher Mania padati ruas jalan Pancasila Kota Tegal, Jum’at (4/10/2024).

Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf memimpin Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yang dikemas dalam bentuk kegiatan “Tegal Bersholawat”.

Tegal Bersholawat juga turut dihadiri oleh Pj. Wali Kota Tegal, Dadang Somantri dan Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono bersama Forum Komunikasi Pimpinam Daerah (Forkopimda) Kota Tegal.

Sebelum mengawali sholawat, Habib Syech berpesan kepada masyarakat yang hadir, agar membuka hati dengan tidak menuruti hawa nafsu, hati-hati terhadap hoax, hindari judi online, minuman keras dan narkoba, hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Hati yang tenang selalu mengingat Allah, dan tentu hidup menjadi tenang,” ujar Habib Syech.

Ia berpesan kepada pencinta Syecher Mania untuk tetap menjaga kondusifitas, jangan sampai membuat setan gembira dengan mengikuti nafsu apalagi yang saat ini dengan maraknya aksi tawuran, jangan sampai masa muda dijadikan untuk hal-hal yang tidak manfaat.

Sementara itu, Pj. Wali Kota Tegal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita hadir bersama di sini, untuk memanjatkan do’a dan pujian untuk Nabi Besar kita Baginda Muhammad SAW, agar Beliau mendapat limpahan rahmat dan kemuliaan dari Allah SWT.

Kegiatan Tegal Bersholawat ini memiliki tujuan yang mulia, yakni untuk memupuk rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW dengan melantunkan sholawat bersama.

“Melalui sholawat, kita berharap agar hati kita semakin dekat dengan Nabi Muhammad SAW, serta memperoleh syafaat beliau di hari akhir kelak,” ungkap Pj. Wali Kota.

Pj. Wali Kota Tegal pada kesempatan tersebut juga menyinggung pelaksanaan Pilkada November 2024 mendatang, Pj. Wali Kota berpesan untuk menggunakan hal pilih, jangan golput dan tetap menjaga kondusifitas.

“Jangan mempermasalahkan perbedaan pilihan hingga timbul keributan,” imbau Dadang Somantri

Habib Syech memimpin Qosidah yang dilatunkan diantaranya Qod Kafani;
Al Fasholallah; Padang Bulan; Turi Putih; Tibbil Qulub dan Sholawat Badar (NKRI HARGA MATI). Acara diakhiri dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, lagu Kemerdekaan serta Garuda Pancasila.(*)