TEGAL-Sejumlah warga Kampung Keluarga Berencana (KB) mengikuti pelatihan ketrampilan, Jum’at (15/2/2019) di Dapur Tempoe Doeloe Tegal.

Peserta yakni perwakilan PIK )Pusat Informasi dan Konseling) Remaja, para Bapak, Ibu dari kampumg KB. Kali ini, diikuti Kampung KB Brawijaya Muarareja.

Mereka membuat ketrampilan dari limbah botol bekas, kain perca, menempelkan potongan kertas berwarna atau dikenal decoupage.

Pelatihan tersebut digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal.

Kepala DPPKBP2PA Kota Tegal Diah Triastuti melalui Kabid Pengendalian Penduduk  Khusnul Hidayati mengatakan pelatihan ketrampilan untuk warga kampung KB se-Kota Tegal. Menurut Khusnul, di Kota Tegal masih dijumpai banyaknya sampah. Melalui pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah mengatasi masalah sampah.

Khusnul berharap, melalui pelatihan tersebut dapat menambah ketrampilan warga kampung KB sehingga mampu meningkatkan pendapatan. Hal tersebut sesuai tujuan awal didirikan Kampung KB untuk meningkatkan kesejahteraa keluarga.

“Apalagi ketrampilan tersebut muda dibuat dan pasarnya sudah ada, baik melalui on line, pameran maupun bazar”, ujar Khusnul.

Instruktur Pelatihan Retno Wulansari mengungkapkan saat ini Kota Tegal menuju Go Green, fokus mengurangi masalah sampah dan sampah dapat menghasilkan barang unik dan berdaya guna.

Pada kesempatan tersebut, wanita yang juga pegiat IKM itu mengajarkan kreasi botol bekas dan decopupage serta macam-macam kerajinan dari kain perca batik.

Sementara itu,  Warga Kampung KB Kelurahan Muarareja Hendra Irianto (56) mengaku senang dapat mengikuti pelatihan ketrampilan. Menurutnya, membuat ketrampilan decoupage mudah akan tetapi membutuhkan ketelitian agar hasilnya memuaskan.

Irianto berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan perekonomian warga kampung KB.