TEGAL – ‘’…Setiap manusia mempunyai cerita masing-masing. Setiap masa mempunyai makna, kisah kita mungkin talah berakhir, namun kehidupan barangkali tiada akhir, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, kehidupan seperti siklus, ia akan berputar sesuai takdir…’’.
Penggalan dialog tersebut menggambarkan sebuah kisah manusia. Manusia didalam hidupnya memiliki cerita yang berbeda. Adalah lakon Astha karya Salsabila Ayuning P yang dikemas apik oleh Teater Qi Tegal.
Dunia panggung pertunjukan tak pernah mengenal padam, apalagi seni pertunjukan teater. Adalah Teater Qi Tegal, teater yang berdiri sejak 29 Mei 2004 untuk kali ini menghadirkan pertunjukan dengan lakon ‘’Astha’’ yang telah sukses pentas di Kudus dan Surakarta beberapa waktu yang lalu.
Rudi Iteng, pentolah kelompok tersebut mengungkapkan bahwa pementasan Astha merupakan produksi ke 25 dari Teater Qi Tegal. ‘’Kali ini kami membawakan lakon Astha di beberapa daerah, 25 Agustus 2018 di Balai Budaya Rejosari Kudus, 27 Agustus 2018 Taman Budaya Jawa Tengah, rencana juga kami akan pentaskan di Jakarta dan Bandung,’’ tutur pria berkepala pelontos itu.
Rudi menambahkan bahwa pementasan Astha dikemas sedemikian rupa agar penonton memiliki daya imajinasi lebih terhadap sebuah pementasan teater. ‘’Aktor sangat mungkin menjadi bagian lain dari aktor itu sendiri, maka kami konsep pementasan tersebut menjadi aktor yang memiliki multi funsi. Aktor sebagai aktor, aktor sebagai musik, aktor sebagai property, aktor sebagai suasa dan aktor sebagai ruh dalam macapat-macapat kehidupan,’’ tambah Rudi. Selasa (28/8).
Pementas Astha akan hadir di Taman Budaya Tegal 21 September 2018 pukul 15.30 dan 19.30 WIB.
