TEGAL- Pojok Terminal Bus Kota Tegal Sabtu (05/05) malam sejumlah seniman, masyarakat dan warga terminal menghadiri acara peringaran Hari Buku Dunia dan Hari Pendidikan Nasional di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti Kota Tegal.

Sejumlah sastrawan, seniman dan budayawan Tegal menumpahkan ekspresinya dalam bentuk pembacaan puisi, musik akustik dan monolog.

Mamo Cs mencoba menarik suara dan gitarnya melalui lagu-lagu kritik sosial membuat seisi terminal fakus pada acara tersebut. Begitu pula sastrawan Dyah Setiawati, Nurohman Sudibyo dengan apik membacakan puisi kritik sosial dan puisi kedaerahan yang menambah suasana makin meriah. Hal lain dipentaskan oleh Ipuk M Nur, dengan menyayikan lagu tegalan mengisyaratkan kekuatan lokal juga memiliki peran dalam dunia lirerasi dan pendidikan nilai-nilai budaya lokal.

Sedangkan Eko Tunas seorang teatrawan sekaligus budayawan mengemas monolog dengan judul “Kursi Berdasi” menjadi sebuah pertunjukan yang interaktif, asyik penuh kejutan-kejutan setiap alur cerita dalam bingkai monolog itu.

Berkostum kaos putih, celana putih fan mata dilengkapi kacamata hitam serta iket kepala dari kaos yang dibawanya membuat pertunjukan itu penuh keindahan. Gelak tawa dan tepuk tanganpun meriah pecah ketika Eko Tunas memerankan menjadi seekor burung beo dan tokoh majikan.

Yuskon selaku penanggung jawab TBM Sakila Kerti menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dalam memperingati hari buku dunia dan hari pendidikan nasional. “Kegiatan ini karena berbarengan dengan hari pendidikan nasional. Kami menghadirkan gerobak literasi sebagai bukti untuk meningkatkan gerakan membaca.” ujar Yusqon.

Yusqon juga menambahkan bahwa dunia pendidikan adalah kombinasi antara ilmu dan seni. Sehingga monolog teater tersebut diadakan untuk memperkuat dunia pendidikan melalui seni dan budaya.