TEGAL – Lagi-lagi kesenian di Kota Tegal menunjukan eksistensinya, kini giliran seni pertunjukan teater yang menyuarakan eksistensinya. Adalah Teater Akar FKIP Universitas Pancasakti Tegal dalam kesempatannya menghadirkan sebuah Workshop Penciptaan Teater pada hari Kamis (1/2) sore. Kegiatan yang digelar di Auditorium Universitas Pancasakti Tegal ini diikuti 50 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, umum.

Dalam workshop tersebut menghadirkan Basundara Murba Anggana, salah satu pemenang Rawayan Award Antologi Naskah Teater Dewan Kesenian Jakarta Tahun 2017 sebagai pemateri.

Nampak semua peserta mengikuti kegiatan workshop dengan penuh antuaias, bukan hanya secara teori saja namun praktek penciptaan teaterpun ditransfer oleh Enx, biasa orang-orang memanggilnya. Pria lulusan ISI Yogyakarta jurusan Penyutradaraannya ini tak tanggung tanggung membagi ilmunya.

“Ayo semuanya bergerak, kita bentuk pertunjukan kecil. Satu menjadi patung dan satu menjadi pembuat patungnya.” papar Enx kepada peserta workshop.

Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua Teater Akar menyampikan bahwa kegiatan workshop ini dilakukan agar kawan-kawan didaerah Tegal dan sekitarnya memperoleh ilmu tentang proses penciptaan teater.

“Kita sadari saat ini perkembangan teater baik di kampus, sekolah dan masyarakat sudah mendapatkan tempat.Tinggal bagaimana para penggerak teater nantinya dapat menciptakan pertunjukan teater di tempatnya masing-masing. Dengan demikian penciptaan teater terus berjalan dan menciptakan hasil karya yang estetika.” ungkap Iswanto.

Sedangakan Rudi Iteng selaku moderator kegiatan tersebut berharap dengan adanya workshop ini nantinya adanya ada angin segar yang membawa lebih bagi teater di Tegal. ” ruang-ruang kreasi akan muncul dengan adanya workshop ini dan diharapkanĀ  menambah wawasan berteater dari teknik dasar hingga penciptaan teater.” tandas pria berkepala plontos itu.

“Ini bukti bahwa Tegal tidak pernah tidur dalam hal teater” pungkas Rudi Iteng.