MEDAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) resmi ditutup. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menghadiri acara penutupan Rakernas XVIII APEKSI yang berlangsung di Grand City Hall, Kota Medan, Kamis (2/7/2026). Rakernas melahirkan 10 rekomendasi dan memilih Kota Bandung menjadi tuan rumah Rakernas XIX APEKSI tahun 2027 mendatang.

Penutupan Rakernas APEKSI XVIII juga dihadiri oleh para wali kota anggota APEKSI dari seluruh Indonesia. Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, serta Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas selaku tuan rumah.

Mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, Rakernas menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis sebagai suara bersama pemerintah kota dalam memperkuat pembangunan perkotaan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan Rakernas XVIII APEKSI yang diselenggarakan pada 28 Juni–4 Juli 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah kota untuk bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan perkotaan. Selain Rakernas sebagai forum strategis organisasi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Youth City Changers (YCC), Ladies Program, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital (Komdigi), Forum Pangan, Forum Bisnis dan Investasi, Karnaval Budaya Nusantara, hingga Indonesia City Expo (ICE).

Berbagai forum tersebut memperkaya pembahasan mengenai isu-isu strategis, mulai dari ketahanan fiskal, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, yang kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi bersama Rakernas XVIII APEKSI. Berbagai pembahasan dalam Rakernas mencakup penguatan ketahanan fiskal daerah, penataan kebijakan ASN, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital pemerintahan, pengelolaan lingkungan dan persampahan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi lokal, penataan ruang dan kerja sama antardaerah, penguatan kepastian hukum, hingga peningkatan partisipasi generasi muda dalam pembangunan kota.

Melalui sidang pleno, seluruh pemerintah kota yang hadir kemudian menyepakati 10 rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI, yaitu: 1. Penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah. 2. Penataan kebijakan ASN, PPPK, dan fleksibilitas belanja daerah. 3. Penguatan tata kelola program strategis nasional di daerah. 4. Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah. 5. Transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik. 6. Penguatan ketahanan lingkungan dan kota berkelanjutan. 7. Penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif. 8. Penguatan tata ruang, kerja sama daerah, dan pembangunan kewilayahan. 9. Penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi. 10. Pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota secara berkelanjutan.

Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menyampaikan bahwa rekomendasi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai forum dan pembahasan selama Rakernas. Menurutnya, pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sehingga masukan yang dirumuskan dalam Rakernas diharapkan menjadi bagian dari penguatan kebijakan nasional.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali kota yang telah hadir dan berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan Rakernas APEKSI XVIII di Kota Medan.

“Terima kasih atas kehadiran para wali kota yang menjadi kebanggaan bagi kami. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-436 dan menjadi kado terindah bagi masyarakat Kota Medan,” ujar Rico.

Rico berharap berbagai diskusi, pertukaran gagasan, dan kolaborasi yang terjalin selama Rakernas dapat memberikan manfaat bagi seluruh daerah dan masyarakat Indonesia.

“Semoga pertemuan ini memberikan manfaat bagi kita semua dan semakin memperkuat kerja sama antarkota dalam membangun Indonesia yang lebih maju,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa Rakernas APEKSI tidak hanya menjadi forum bagi kepala daerah, tetapi juga melibatkan generasi muda melalui berbagai kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berbagi gagasan dan inovasi.

“Hari ini tidak hanya Rakernas, tetapi kami juga mengajak anak muda untuk memberikan insight dan gagasan melalui wadah yang melibatkan delegasi dari masing-masing kota,” kata Eri.

Eri menegaskan bahwa APEKSI siap mendukung berbagai program prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan menjadi ujung tombak pelaksanaannya di tingkat daerah.

“APEKSI akan mendukung program Presiden Prabowo dan siap menjadi ujung tombak dalam pelaksanaannya. Ketika ada berbagai tantangan di daerah, kami saling bertukar pengalaman untuk berkembang bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eri Cahyadi juga mengumumkan bahwa Bandung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI XIX yang akan diselenggarakan pada tahun 2027.

“Kami mengucapkan selamat kepada Kota Bandung yang akan menjadi tuan rumah Rakernas APEKSI XIX Tahun 2027,” ungkapnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY, dalam arahannya menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Menurut AHY, pembangunan kota harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

“Infrastruktur memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Dalam pembangunan kota dibutuhkan keseimbangan antara tujuan kesejahteraan dan keberlanjutan,” ujar AHY.

Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah fokus pembangunan yang perlu mendapat perhatian bersama, yakni mendukung swasembada pangan dan air, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, menjaga ketahanan lingkungan, serta mendorong pemerataan pembangunan kewilayahan.

AHY juga mengajak seluruh pemerintah kota untuk menyiapkan daerahnya sebagai pusat aktivitas ekonomi, inovasi, pelayanan publik, dan investasi.

“Mari kita siapkan kota menjadi pusat aktivitas ekonomi, inovasi, pelayanan publik, dan investasi. Kota yang tangguh akan melahirkan masyarakat yang tangguh, dan masyarakat yang tangguh akan melahirkan bangsa yang berdaulat,” tegasnya.(*)