JAKARTA – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menghadiri Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu
yang berlangsung pada Senin, (4/5) pagi di Ballroom Gedung Mina Bahari III Lantai 1 Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membahas
percepatan pembangunan dan penanganan infrastruktur perlindungan terpadu di wilayah pesisir bersama dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), kementerian terkait, pemerintah daerah dan stake holder lainnya.
AHY dalam paparannya mengatakan Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan pembangunan Giant Sea Wall (GWS) atau tanggul laut raksasa di pantai utara (Pantura) Pulau Jawa, yang akan memproteksi Pantura Jawa, harus bisa dibangun secara progresif.
AHY menyampai bahwa isu tentang perlindungan pesisir Jawa bukan baru didengar dan bukan baru dibahas.
“Kita menghadirkan semua stakeholders untuk Pantura Jawa kita perkuat dengan insfrastruktur agar semakin berdaya. Semoga bisa melangkah secara taktis dan pada akhirnya dapat mewujudkan visi dan misi Presiden, dan kita semua yang ingin melihat Pantura Jawa terlindungi dan semakin berdaya sebagai koridor ekonomi, koridor industri , trasportasi, logistik, tempat hidupnya masyarakat kita,” ujar AHY.
AHY juga menyampaikan ada lima Provinsi, 20 Kabupaten dan lima Kota di Pantura Jawa yang tentu berdampak langsung akibat tantangan dan ancaman alam yang dihadapi.
Menurut AHY, tanpa intervensi besar seperti GSW, dampak yang ditimbulkan tidak hanya soal lingkungan, tapi juga bisa menggerus aktivitas ekonomi hingga membahayakan keselamatan warga.
“Ada 17 juta dari 52 juta masyarakat di sekitar Pantura, dan juga untuk melindungi ekonomi yang berkontribusi terhadap PDB secara nasional itu kurang lebih 27,53%. Jadi ini adalah sesuatu yang sangat strategis,” ujar AHY.
Pemerintah mulai merealisasikan proyek GSW atau tanggul laut raksasa di sepanjang pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa yang akan membentang sepanjang 575 kilometer, melintasi lima provinsi dari Banten hingga Jawa Timur.
Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, menyampaikan bahwa proyek raksasa tersebut tidak akan dibangun sekaligus, melainkan dibagi ke dalam 15 segmen agar pengerjaannya bisa dikebut secara paralel.
“Pembangunannya sendiri lebih kurang sekitar 575 km di Pantura Jawa. Tidak kecil atau tidak pendek panjang ini. Kita bagi ke dalam 15 segmen di mana bisa menggunakan kegiatan pembangunan secara paralel,” ujar Didit.(*)
