TEGAL – Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthaminnah atau yang akrab disapa Mba Iin menegaskan bahwa Haflah At Tasyakur Lil Ikhtitam merupakan momentum penting untuk mensyukuri nikmat ilmu, kebersamaan, serta keberlanjutan tradisi keilmuan Islam yang telah lama mengakar di masyarakat Kota Tegal.

Hal tersebut disampaikan Tazkiyyatul saat memberikan sambutan pada Haflah At Tasyakur Lil Ikhtitam ke-6 Pondok Pesantren Asrama Pendidikan Islam (A.P.I) Muarareja, Minggu (25/1) malam, di halaman depan pondok pesantren, Jl. Brawijaya, Muarareja Kota Tegal mewakili Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono yang hadir secara langsung usai sambutan undangan VIP.

“Atas nama Pemerintah Kota Tegal, saya menyampaikan selamat kepada keluarga besar Pondok Pesantren A.P.I Muarareja atas terselenggaranya acara ini,” ujarnya.

Menurutnya, haflah ini menjadi simbol selesainya satu fase perjuangan para santri dalam menuntut ilmu, sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan dan menyebarluaskan ilmu di tengah masyarakat.

“Ilmu yang dipelajari di pesantren bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi harus memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Kepada para santri yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan, Mba Iin menyampaikan ucapan selamat dan dorongan semangat.

“Perjalanan kalian masih panjang. Jadikan ilmu sebagai cahaya dalam setiap langkah kehidupan, dan jadilah generasi yang tidak hanya bangga dengan identitas keislamannya, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin berat. Generasi muda dituntut memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang. Bekal ilmu agama dari pesantren, menurutnya, harus menjadi landasan kokoh agar tidak mudah tergerus oleh nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam dan budaya bangsa.

Selain itu, Wakil Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada para orang tua, wali santri, pengasuh pondok pesantren, kiai, ustadz, dan ustadzah yang dengan penuh keikhlasan telah membimbing para santri.

Sementara itu, Ketua Yayasan A.P.I Muarareja, Said Aqil, menuturkan bahwa perayaan ini merupakan wujud syukur sekaligus sarana evaluasi bagi para santri.

“Haflah ini menjadi barometer perjalanan santri selama satu tahun, baik dalam menerima pelajaran maupun kegiatan mengaji bersama,” jelasnya.

K.H. Noor Machin Chudlori dari Pondok Pesantren Salaf A.P.I Tegalrejo Magelang menambahkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak di dunia pesantren.

“Adalah sebuah nikmat bila memiliki anak yang mau belajar di pesantren. Peran orang tua sangat menentukan,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren A.P.I Muarareja, K.H. Misbachul Musthofa, menutup acara dengan doa dan harapan agar para santri senantiasa memperoleh ilmu yang bermanfaat.

“Mohon doa restu agar santri diberikan keberkahan dan manfaat ilmu dalam menempuh pendidikan,” ungkapnya.(*)