KOTA TEGAL – Masjid Agung Kota Tegal tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi umat. Dalam rangka memperingati dua abad berdirinya, masjid bersejarah ini menggelar Seminar “Mendidik Anak di Era Digital: Tantangan dan Solusi Cerdas” pada Sabtu (20/12/2025).
Acara ini disambut antusias oleh ratusan peserta yang terdiri dari orang tua, pendidik, dan masyarakat umum.
Seminar menghadirkan Ahmad Muhdzir sebagai narasumber dengan moderator Ida Fitriyati. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi kekinian, di tengah derasnya arus teknologi digital yang mempengaruhi pola pengasuhan dan pendidikan anak.
Ketua Panitia, Ustadz Sugiarto, menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya ibu, dalam membentuk karakter anak di era digital.
“Ibu adalah sosok paling penting dalam menumbuhkan kembang anak. Seminar ini diharapkan memberi bekal bagi orang tua agar lebih bijak mendampingi anak menghadapi dunia digital,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan 200 tahun Masjid Agung bukan sekedar seremoni, melainkan momentum bersejarah untuk menghadirkan kegiatan edukatif dan solutif. Ia menyoroti tantangan mengasuh anak di era digital, mulai dari paparan gawai sejak usia dini, konten tanpa batas, hingga mengurangi interaksi sosial.
“Mari kita jadikan teknologi sebagai alat bantu pendidikan, bukan pengganti peran orang tua,” tegasnya.
Pemerintah Kota Tegal, selanjutnya, mendukung penuh upaya penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan anak. Masjid, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai pusat pelatihan iman, akhlak, dan karakter.
Seminar ini tidak hanya memaparkan teori, namun juga solusi praktis: bagaimana mengelola penggunaan gawai, membangun komunikasi sehat dalam keluarga, serta menanamkan nilai agama dan akhlak mulia pada anak. Dengan demikian, Masjid Agung Kota Tegal kembali meneguhkan komitmennya sebagai pelita umat yang terus menjawab tantangan zaman.(*)
