TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tegal dan Universitas Terbuka (UT) bersama-sama menandatangani Memorandum of Understanding (MoU).

MoU ditandatangani langsung oleh Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., bersama dengan Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE, M.Si dan disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., pada kegiatan Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2016 Ganjil Wilayah 3, Senin (24/11) dengan tema “Melangkah dengan Inovasi Wujudkan Generasi Cemerlang” di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Jl. Cabe Raya, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Wali Kota hadir bersama istri, Gadia Sephia Febriana, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, M. Fahmi Ismail dan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Tegal, M. Soeharto.

Usai penandatanganan MoU, Wali Kota Tegal mengatakan penandatanganan nota kesepahaman bertujuan untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang fleksibel dan terjangkau bagi masyarakat.

Wali Kota Tegal menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini.

“Atas nama pemerintah kota Tegal dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Terbuka. Harapan kami, komitmen bersama ini dapat membuka akses seluas mungkin di dunia pendidikan, baik dari sisi fleksibilitas maupun kualitas,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa biaya kuliah di UT relatif terjangkau.

“Di UT, pembiayaan tidak lebih dari Rp2 juta per semester. Artinya, masyarakat secara umum mampu mengikuti pendidikan ini. Dengan pola daring, masyarakat tetap bisa bersekolah meski memiliki kesibukan,” jelasnya.

UT sendiri telah berkiprah selama 43 tahun dengan 40 fakultas di dalam dan luar negeri, serta melahirkan sekitar 2,2 juta alumni.

“Kontribusi UT nyata, sekitar 15 persen dari total masyarakat Indonesia yang bergelar sarjana,” tambah Wali Kota

Wali Kota juga mengucapkan selamat atas wisuda serentak UT yang akan diikuti 1.600 mahasiswa di seluruh Indonesia pada Selasa (25/11) besok.

“Selamat dan bravo selalu untuk UT. Tahun 2024 saja ada 80 ribu pendaftar, ini menunjukkan UT sangat diminati masyarakat,” pungkasnya.

Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE, M.Si. mengatakan merasa sangat terhormat karena Seminar Akademik Wisuda UT yang dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed dan para kepala daerah.

“Tentunya kehadiran Bapak Menteri merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning),” ungkap Ali.

Dikatakan Ali, sinergi antara pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi sangat krusial. Universitas Terbuka menjadi bagian dari ekosistem itu dengan menyediakan jalur berkelanjutan bagi para guru, tenaga kependidikan, dan seluruh masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi melalui pendidikan tinggi yang inklusif seperti yang saat ini telah tersedia, yaitu: Program Profesi Guru (PPG) yang saat ini jumlahnya ada 1.198 mahasiswa.

“Pada bulan Agustus lalu, UT juga telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), yang disaksikan langsung oleh Bapak Mendikdasmen, dalam peluncuran Uji Terap Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Jenjang Pendidikan Menengah,” sebut Ali.

Melalui dukungan kebijakan pemerintah, Ali menyebut, UT akan terus memperkuat peran sebagai center of excellence dalam pembelajaran terbuka, digitalisasi pendidikan, pengembangan SDM Indonesia, bukan hanya sampai ke setiap pelosok tapi juga sampai balik jeruji besi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti yang memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa dalam Seminar tersebut menekankan adaptasi pendidikan menghadapi era disrupsi digital. Disebutkan Abdul Mu’ti, tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menuntut inovasi, sustainability, dan agility agar pendidikan tetap relevan.

Langkah Kemendikdasmen melakukan transformasi yaitu peningkatan kualitas guru, metode pembelajaran, dan kebijakan pendidikan.

Sesuai Program Presiden Prabowo yakni distribusi layar pintar interaktif (IFP) ke sekolah untuk mendukung pembelajaran digital, Abdul Mu’ti menyebut hal tersebut untuk membekali guru dan murid agar siap menghadapi masa depan dengan kompetensi yang kuat.

Selain penandatangan dengan Pemkot Tegal, dalam kesempatan itu UT juga melaksanakan penandatanganan MoU dengan Gubemur Kalimantan Utara, Brigjen. Pol. (Purn.) Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH., M.Hum., Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM, AIFO, Bupati Barito Timur, M. Yamin. M.BA., Rektor Universitas Amikom Purwokerto, Assoc. Prof. Dr. Berlilana, M.Kom M.S, dan CEO PT. Satu Visi Indocreative (B One Corp), Idham Fitriyadi, S.E.(*)