KOTA TEGAL – Persoalan penyalahgunaan obat-obatan menjadi isu nasional, banyak generasi muda terjebak di dalam penyelahgunaan obat-obatan, penggunaan secara berlebih tanpa mengindahkan prosedur yang benar.
“Butuh proses edukasi kepada masyarakat bagaiamana menggunakan obat dan bagaimana membuang obat yang baik,” singgung Pj. Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono saat menghadiri Rapat Kerja Daerah Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Jawa Tengah tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional dan Pertemuan Ilmiah Daerah dilaksanakan di Sebayu Ballroom, Hotel Bahari Inn, Kota Tegal, Sabtu (18/1/2025).
Menurutnya tantangan terbesar pembangunan manusia yang berkelanjutan adalah pencegahan yang jauh lebih baik daripada upaya kuratif. Dalam aspek ini apoteker memiliki posisi strategis untuk membangun kesehatan manusia Indonesia.
Pemerintah Kota Tegal, kata Agus Dwi, selalu bekerja sama dengan BNN dan Stakeholder terkait untuk menangani hal penyalahgunaan obat-obatan, dan berharap apoteker bisa memberikan peran untuk turut mengedukasi masyarakat terkait penggunaan obat yang benar.
“Termasuk bagaimana membuang obat agar tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Pj. Wali Kota Tegal.
Ia mengapresiasi kepada IAI Jawa Tengah atas terselenggaranya acara yang sangat penting ini. Dengan tema yang diusung “Mengoptimalkan Peran Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat Menuju Indonesia Sehat”, memiliki relevansi yang luar biasa dalam upaya mewujudkan visi kesehatan bangsa yang lebih baik.(*)
