SEMARANG – Inflasi beberapa daerah di Jawa Tengah masih menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Tercatat, ada 6 daerah yang secara Month to Month (MoM) mengalami kenaikan sebesar 0.41 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmad Dwi Saputra, Rapat Koordinasi Wilayah dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi (TPID) se-Jawa Tengah. Dengan Penguatan Strategi dan Sinergi Pengendalian Inflasi di Jawa Tengah berlangsung Ballroom A, Hotel Tentrem, Kota Semarang, Kamis (19/10).

“Ada 6 daerah di Jawa Tengah capaian inflasi 0,41 persen, itu disebabkan karena beras, karena beras di Jawa Tengah 50 persen keluar Jawa Tengah, 20 persen daerah luar Jakarta dan 30 persen di pasar sehingga harga beras kita tinggi. Harga beras saat ini mencapai Rp14.000-an. Kami dan Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan toko TPID, mudah-mudah ini akan menjadi contoh untuk daerah lain dan dukungannya untuk daerah Kudus, Tegal, Purwokerto, Cilacap, Solo, Semarang,” ujar Rahmad.

Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono di dampingi Sekretaris Daerah, Agus Dwi Sulistyantono menghadiri acara tersebut.

Hadir Penjabat Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Komjen Pol (Pur) Nana Sujana menyampaikan bahwa saat ini kondisi perkembangan negara dan perkembangan dunia akan mempengaruhi perkembangan ekonomi.

“Tren penurunan inflasi Jawa Tengah pada bulan Maret 2023 dan bulan September 2023 mengalami kenaikan, ini menjadi pengawasan kita. Mengalami kenaikan 0,41 persen. Kedepan kita akan melakukan evaluasi dan menjadi pengawasan kita. Pemerintah daerah harus mampu mengendalikan,” ujar Nana Sujana.

Penjabat Gubernur Provinsi Jawa Tengah juga menghimbau kepada Pemerintah Daerah agar memiliki langkah kongkrit dan inovasi untuk mengendalikan harga.

“Makanan, minuman, sembako memiliki andil besar pada kenaikan inflasi pada September 2023, kenaikan tersebut terletak pada harga beras dan gula. Untuk itu saya minta pemerintah daerah untuk mewaspadai mengenai bahan pangan yang sering mengalami gejolak harga,” ujar Nana.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, ditambahkan oleh Nana Sujana bahwa telah melakukan langkah untuk menekan harga beras.

“Pada 6 Oktober, Pemerinah provinsi melakukan gerakan panggan murah 445 kali di kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan mengoptimalkan beras cadangan. Saya berharap kabupaten Temangung dan Jepara dapat memotivasi daerah lain. Pemerintah Daerah se Jawa Tengah saya harap melakukan sesuai arahan Menteri Dalam Negeri,” tambah Nana Sujana.(*)