Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal, Abu Chaer Annur melantik dan mengukuhkan pengurus Pengurus MUI Kecamatan se-Kota Tegal periode 2020-2025 di Pendapa Ki Gede Sebayu, Selasa (11/7).
Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi, Kepala Kantor Kemenag Kota Tegal Akhmad Farkhan, Ketua MUI Kota Tegal KH. Abu Chaer Annur dan hadirin lainnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal, KH. Abu Chaer Annur mengingatkan peran MUI ada tiga hal yakni menjaga agama, menjaga kesatuan umat dan menjaga negara. Agama jaga bersama-sama, tolak segala bentuk yang melemahkan umat Islam.
“Jangan sampai terpecah belah, jangan sampai kelompok satu dengan yang lain bermusuhan. Negara kita jaga, karena negara Indonesia mayoritas penduduknya muslim. Kita warga muslim wajib menjaga negara. Jangan sampai rusak,” kata KH. Abu Chart Annur.

Dalam melaksanakan fungsinya, kata KH. Abu Chaer Annur, MUI melaksanakan 4 usaha. Memberikan bimbingan dan tuntutan kepada umat Islam dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat. Memberikan nasehat dan fatwa. Menjadi penghubung antara ulama dan Umaro, juga ulama dan masyarakat. Meningkatkan hubungan serta kerjasama antar organisasi lembaga Islam dan cendekiawan muslim.
Kedepa bangsa Indonesia ada beberapa tantangan. KH. Abu Chaer menuturkan, adanya kelompok yang ingin melemahkan Pancasila, kemiskinan dan korupsi.
Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi mengucapkan selamat atas pengukuhan MUI se-Kota Tegal. Mudah-mudahan pengurus MUI Kecamatan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan Islam dan kemajuan syiarul Islam di Kota Tegal.
Jumadi memandang, pertemuan semacam ini akan memberikan arah yang positif terutama dalam pembangunan moral keagamaan umat dan sebagai penguat posisi MUI sebagai organisasi yang bisa mengakar hingga wilayah kecamatan. “Sehingga semakin mendekatkan MUI dengan umat dan bisa jadi pengayom masyarakat,” ungkap Jumadi.
Jumadi menambahkan, MUI adalah wadah para ulama, selama ini tidak diragukan lagi perannya dalam pembangunan di Kota Tegal. Terutama peran ulama dalam menjaga keseimbangan pembangunan, baik fisik maupun moral. Utamanya pembangunan mental keagamaan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut Jumadi menyampaikan tidak panik dan takut berlebihan terhadap pandemi covid 19 kerena yang paling penting tetap patuhi protokol kesehatan dengan ketat.
