Jum’at pagi (12/6) Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono beserta ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, Sekda Kota Tegal Johardi dan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tegal melakukan monitoring wilayah dengan menggunakan sepeda motor di Kecamatan Tegal Barat.
Rombongan meninjau tiga titik, tinjauan pertama dilakukan di pasar Muaraanyar di Kelurahan Muarareja, Kolam Retensi Tegalsari dan Rumah Susun yang baru dibangun dari kerjasama Pemerintah Kota Tegal dan universitas Hirosima, Jepang.
Wali Kota dan rombongan meninjau langsung pasar Muaraanyar, di jalan Brawijaya, Kelurahan Muarareja. Kondisi Pasar Muaraanyar yang selalu tergenang air saat terjadi air pasang, akan dicarikan solusi untuk melakukan perbaikan.
Persoalan lain pasar Muaraanyar adalah kepemilikan atas lahan seluar 200 meter pesersegi, dimana pasar tersebut berdiri merupakan asset dari Pemerintah Kabupaten Tegal. Dalam kesempatan tersbut Wali Kota meminta kepada Sekda dan OPD terkait untuk menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tegal untuk meminta izin melakukan perbaikan pasar Muaraanyar.
“Saya berharap bisa diizinkan oleh Pemerintah kabupaten Tegal untuk melakukan perbaikan dipasar Muaraanyar”tutur Dedy Yon.
Wali Kota menyampaikan, bahwa posisi pasar Muaraanyar memang berada di bawah jalan, sehingga akan mudah sekali air menggenangi apabila air laut pasang. Pemerintah Kota Tegal berencana akan meninggikan dengan cara di dak,
“Alas pasar nanti dengan beton seperti panggung, dinaikan setinggi satu meter, agar jika terjadi rob atau banjir tidak berdampak kepada aktivitas pasar Muaraanyar” jelas Wali Kota.
Sementara di Kolam Retensi, Wali Kota mengecek kondisi mesin pompa air, yang berkapasitas besar untuk mengurangi dampak banjir dan rob di daerah sekitar kolam retensi, seperti kelurahan Tegal Sari dan Kelurahan Muarareja.
Dedy Yon menjelaskan bahwa kapasitas masing-masing pompa adalah 1000 liter perdetik, sehingga jika empat pompa tersebut di jalankan semua bisa membuang air 4000 liter perdetik. Dalam keadaan rob, kolam retensi ini akan digunakan untuk menampung drainase yang berasal kelurahan Tegal Sari dan Kelurahan Muarareja yang berada disebelah selatan kolam retensi, dan akan kembali di buang ke laut melalui sungai, saat air surut pada pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB.
Selain kolam retensi, Pemerintah juga telah mempersiapkan pengadaan untuk truk hisap, “Jadi nanti di saat hujan nantinya akan ada armada truk yang akan keliling di dalam kota, sehingga genangan-genangan air yang ada setelah terjadi hujan bisa disedot dan dibuang di klam retensi”papar Dedy Yon.
Sedangkan untuk Rumah Susun (Rusun) Tegal Sari, Ia menyampaikan, semestinya rusun tersebut sudah bisa dihuni, namun untuk penanganan wabah Corona Virus Disease 19 (Covid 19) kota Tegal, Pemerintah Kota Tegal untuk sementara waktu menjadikan rusun tersebut sebagai tempat cadangan untuk isolasi warga luar kota Tegal, apabila Gor Tegal Selatan tidak mampu menampung.
