Jakarta – Jadi pembicara di seminar dengan tema ” Sustainable Packaging Cycle Solution” Wakil Walikota Muhammad Jumadi sampaikan Arah kebijakan Kota Tegal tentang penanganan sampah plastik, Rabu (30/10/2019).
Acara ini adalah hasil kerjasama ADUPI (Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia) dengan PT. Krista Media Pratama dan juga bersamaan dengan acara pameran All Pack Indonesia yang ke 20 yang berlangsung dari tanggal 30 Oktober 2019 sampai dengan 2 November 2019 di JIE Kemayoran Jakarta.
Apa yang disampaikan oleh Jumadi ini adalah sesuai dengan visi dan misi Kota Tegal 2019 – 2024 dimana dalam misi ke 4 dari 6 misinya, yaitu Meningkatkan infrastruktur, transformasi Publik, Lingkungan Hidup yang bersih dan sehat serta pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada energi terbarukan.
Dalam paparannya, Jumadi menjelaskan berdasarkan data Jambeck (2015) dimana Indonesia menjadi peringkat ke 2 di dunia sebagai penghasil ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah China yang mencapai 262, 9 juta ton.
Fakta lainnya adalah masyarakat Indonesia rata rata 1 orang menggunakan 700 kantong plastik pertahun, di Indonesia 9,85 miliar kantong kresek dibuang dalam satu tahun menjadi sampah plastik, jumlah timbunan sampah plastik di perkirakan sebesar 14 persen dari jumlah total timbunan harian atau 24.500 ton perhari setara 8,96 juta ton pertahun.
Menyikapi itu Pemerintah Kota Tegal berkomitmen bagaimana memanajemen persampahan khususnya sampah plastik dan bagaimana bersahabat dengan plastik.
“Tidak ada cara lain kecuali kolaborasi,
Di Kota Tegal sudah bagus, tapikan perlu yang masif, holistik dan total Solution. Pemerintah Kota tidak bisa sendiri, Industri atau asosiasi harus sama sama bersinergi dan berkomitmen terkait sampah,”ucap Jumadi.

Jumadi juga menambahkan pada saat nya nanti apabila ada pertanyaan oleh siapapun terkait permasalahan sampah , kita bisa menjawab dan berbicara inilah solusi yang tepat dan bisa di implementasikan dengan bersama sama baik industri, asosiasi dan pemerintah.
Contoh yang dilakukan Pemerintah Kota dalam penanganan atau manajemen persampahan diantaranya yaitu dengan metode edukasi masyarakat berupa penerapan dan pemanfaatan sampah, Sosialisasi ke kelurahan, RW/RT, penerapan wajib retribusi sampah, pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan pengadaan tempat sampah terpilah.
Juga dijelaskan tentang rencana dan upaya dalam mengatasi timbunan sampah plastik yaitu dengan melakukan edukasi pemilahan sampah dari sumber nya dengan memberikan pendampingan dan bantuan tempat sampah terpilah, melakukan upaya 3R pada setiap kegiatan serta mengkonversi limbah plastik menjadi energi alternatif.

Dari ADUPI Daniel Laurence berharap dengan seminar ini ada manfaat pengetahuan dan terobosan .
“Harapan nya industri kemasan sekarang dan kedepan menjadi ramah lingkungan,
Kita hanya bisa mendaur 7 persen dari sampah plastik yang dihasilkan sehingga diperlukan penanganan yang holistik.” Ucap Daniel.

Sementara itu Murboyudo yang mewakili Direktur Kimia Hilir dan Farmasi kementerian Perindustrian juga menyoroti terkait industri daur ulang dimana jangan sampai kita impor bahan baku daur ulang karena salah pengelolaan manajemen sampah dan sebenarnya kita tidak butuh, kementrian juga akan terus mensuport terkait komitmen penanganan masalah sampah.

Rahmat Hidayat ketua Aspadin.
(Asosiasi perusahaan air dalam kemasan Indonesia ) mengatakan,
Inisiatif industri AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) diantaranya adalah dengan menghilangkan plastik segel untuk kemasan botol, mengganti label multi layer menjadi mono layer yang lebih Ramah lingkungan, mengurangi berat kemasan “Kedepan menggunakan kita berkomitmen menggunakan material daur ulang untuk kemasan kembali (khusus material PET),” ucap Rahmat
Dari inswa (Indonesia Solid Waste Association), Sri Bebasari menyampaikan bahwa daur ulang kuncinya di pemilihan.
“Minimal buang sampah di tempat nya bukan di sungai apa laut, karena kalau sudah di laut sudah kecelakaan dan kriminal. Hargailah industri daur ulang sebagai industri jasa, artinya kalau kita buang sampah maka kita yang harus membayar.” ucap Sri Bebasari.