Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak seluruh Pemuda Jawa Tengah untuk bijak dalam memanfaatkan media sosial. Ganjar menyampaikan bahwa dengan tantangan global, menuntut pemuda harus melek teknologi, namun Pemuda harus mampu memanfaatkan teknologi dengan baik dan bijak.
Hal tersebut disampaikan ganjar pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Lapangan Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali, Senin (28/10)
Ganjar Pranowo menyampaikkan pada saat ini di belahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan gramatik. canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, dan interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24 jam.
Disinilah, menurut Ganjar dibutuhkan peran pemuda yang dapat bersaing dalam bentuk apapun tentunya dalam hal yang posistif.
Gerakan revolusi mental menurutnya menemukan relevansinya, dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh ikut serta dalam percaturan pemuda di dunia,
Ganjar menjelaskan, tantangan Pemuda tiidak lagi harus bertahan dan menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi, tapi Pemuda harus mampu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekad dan semangat dan tentunya didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.
Seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi yang menghadiri upacara tersebut menyampaikan bahwa kita semua harus menghargai jasa peran pemuda dulu yang sudah mencetuskan sumpah pemuda, dan kepada generasi muda sekarang, di tengah eranya teknologi informasi, maka pemuda harus berhati-hati dalam memanfaatkan Teknologi tersebut.
Jumadi mengibaratkan Teknologi seperti pedang bermata dua, disatu sisi bisa bermanfaat atau positif sementara disisi lain bisa negatif.
Mencermati kondisi saat ini dimana hoax begitu mudah ditersebar disosial media, Jumadi menyampaikan bahwa kita harus berhati-hati dalam bersoasial media, jangan mudah percaya informasi yang ada di sosial media tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Cara yang paling ampuh untuk menangkal hoax menurut Jumadi adalah dengan memperkaya bacaan, perbanyak literasi generasi muda.
Jumadi berharap, pemuda sebagai masa depan bangsa dan negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda harus maju dan berani menaklukan dunia, Ia juga berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh nasional dari kaum muda.