Tegal – Menanggapi keluhan para pedagang terkait kenaikan retribusi dan rusaknya fasilitas di Pasar Pagi Kota Tegal, Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, SE.MM meninjau langsung kondisi pasar pagi Kota Tegal. Beberapa fasilitas yang menjadi keluahan pedagang seperti eskalator yang mati, keramik lantai yang mengelupas hingga kondisi atap yang bocor ditinjau langsung. Selasa (1/10)
Didampingi Pj. Sekda Kota Tegal Drs Imam Badarudin, Kepala Badan Keuangan Daerah, Drs. Supriyanto dan Kabid Pasar Dinas Koperasi Perdagangan dan UMKM Kota Tegal Maman Suherman, walikota juga meninjau seluruh bagian pasar mulai tempat parkir hingga ke lantai II bagian belakang pasar. Walikota berujar bahwa kedatangan dirinya ke pasar adalah untuk meninjau langsung berbagai fasilitas yang disampaikan pedagang masih terkendala seperti eskalator yang mati, keramik yang mengelupas hingga atap bocor.

Usai meninjau dirinya bahkan mengintruksikan dinas terkait untuk segera memperbaiki. “Tentunya saya sudah meilhat dan mulai besok saya intruksikan agar di perbaiki melalui dinas terkait,”ucapnya. Dirinya bahkan bahkan berjanji beberapa hari kedepan akan kembali ke Pasar Pagi untuk meninjau perbaikan fasilitas tersebut. “Akan saya tinjau kembali pengerjaanya, karena ini catatan buat saya,”tegasnya.
Sementara itu menanggapi apa yang diintruksiskan walikota, Maman Suherman selaku Kabid Pasar Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Tegal mengaku siap melaksanakan. Masalah perbaikan keramik katanya bahkan bisa langsung dikerjakan keesekon harinya karena sifatnya hanya kerusakan kecil. Adapun terkait atap pasar yang rusak atau dan perbaikan kamar mandi sudah dianggarkan di APBD Perubahan sehingga bisa ditargetkan selesai di ahir tahun 2019.
Terkait eskalator, diungkapkan Maman segera dikoordinasikan dengan pihakn terkait perbaikannya. Maman dalam kesempatan tersebut kemuidan berharap berharap intruksi walikota agar memisahkan anggaran perbaikan pasar pagi dipisah dengan 14 pasar lainnya di Kota Tegal dapat direalisasikan oleh Badan Keuangan Daerah. Hal itu menurutnya agar perbaikan pasar pagi dapat dimaksimalkan dan tidak terkendala terbatasnya anggaran karena dibagi dengan pasar lainnya.
