Blora – Selengksi Pertunjukan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Tingkat Jawa Tengah di gelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Blora (5/7). Dalam seleksi tersebut, ada enam daerah berebut untuk menjadi yang terbaik mewakili daerahnya. Antara lain, Kabupaten Blora, Kota Tegal, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Sragen, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Pekalongan.
FK Metra Kota Tegal dibawah binaan Dinas Komunikasi dan Informasi menghadirkan pertunjukan tradisional bertajuk pementasan drama dengan judul Tong Tong Prek karya Seful Mu’min.
Dalam pertunjukan Tong Tong Prek tersebut penonton disuguhkan bagimana fungsi Tong Tong Prek yang ada di masyarakat dimanfaatkan secara negatif oleh tokoh bernama Kamid. Kamid memanfaatkan Tong Tong Prek tersebut untuk mengumpulkan warga dan menyebarkan informasi yang tak benar keberadaannya.
Bukan hanya itu saja, kelicikan Kamid juga terus digencarkan dengan membujuk Sang Lurah beserta warga untuk mengusir Mbah Dirjah. Bermodalkan fitnah tentang dukun santet, Kamid terus meyakinkan kepada warga agar dirinya dapat mengusai rumah dan tanah Mbah Dirjah.
Niat busuk Kamid nampak terendus oleh Hansip Parmin, hansip lugu namun penuh tanggung jawab. Hansip Parmin berhasil membongkar akal bulus kejahatan Kamid.
Isi pementasan tersebut dipentaskan oleh aktor-aktor Tegal berjumlah tujuh orang diantaranya Pak Lurah oleh Fais, Kamid diperankan Faozan, Hansip Parmin oleh Ian, Dairin oleh Alif, Kusno oleh Hanip, Romlah oleh Pipit dan Mbah Dirjah oleh Puroh dan pemusik Njong, Agil dan Tello selaku artistik, serta wardrobe Rias.
Rudi Iteng selaku sutradar pementasan Tong Tong Prek mengungkapkan bahwa pementasan tesebut syarat makna seperti apa yang ada di lingkungan sekitar.
‘’Kita sering menjumpai dimasyarakat, isu, berita, informasi yang belum benar kejelasannya, kadang dibalut dengan rasa kebencian yang lebih. Di pementasan ini kami hadirkan karakter-karakter tokoh sesuai yang ada di masyakat,’’ ujar Rudi.
Rudi juga menyampaikan bahwa pementasan tersebut memiliki pesan kepada penonton agar tidak mudah percaya dan terpropokasi mengenai berita yang belum jelas.
‘’Diharapkan melalui pertunjukan tersebut masyarakat dapat jeli dan seleksif dalam menerima segala bentuk informasi,’’ ujar Rudi.
