Tegal – Ulama dan umaro Kota Tegal sepakat untuk menjadikan momen Halal Bi Halal sebagai media rekonsialisasi antar anak bangsa yang sempat terpecah pasca pemilu. Kesepakatan tersebut tertuang dalam pertemuan Ulama Umaro di Pondok Pesantren Darrul Hijrah. Rabu (26/6) malam.

Sebagai produk asli Indonesia yang tidak ditemukan di negara manapaun di dunia, halal bi halal dinilai sangat bermanfaat sebagai media untuk mempersatukan kembali anak bangsa yang sempat terpecah. Pengasuh Pondok Pesantren Darrul Hijrah, Habib Thohir Al Kaff bahkan menegaskan pasca pemilu 2019 tidak ada lagi yang namanya 01 02 yang ada 00. Karena itu, dirinya mengajak segenap elemen bangsa untuk meningkatkan kembali hubungan sesama anak bangsa,

‘Sing uwes ya uwes kita semua bersaudara,” ucap Habib Thohir. “Jangan sampai seribu masalah kita bersatu, namun karena satu masalah justru kita tidak bersatu,” tegasnya.
Sepakat dengan yang disampaikan Habib Thohir, Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, SE. MM yang hadir bersama Wakilnya Muhammad Jumadi, ST. MM menilai peran halal bi halal sangat baik dan harus dijaga. Dalam kesempatan tersebut, kepada seluruh ulama dan jajaran Forkopimda yang hadir Dedy Yon juga meminta maaf jika dalam kepemimpinanya yang sudah berjalan empat (4) bulan terdapat kebijakan kebijakan yang kurang berkenan dimata ulama maupun masyarakat Kota Tegal. Menurutnya, seluruh kebijakan yang dibuat bertujuan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kota Tegal. Karena itu Dedy Yon berharap segenap ulama dan Forkopimda mampu mendukung setiap kebijakan Pemerintah Kota Tegal.

Hadir dalam pertemuan tersebut Pj
Sekda Kota Tegal, Drs. Imam Badarudin, Ketua MUI Kota Tegal Abu Chaer An Nur, Kapolres Tegal Kota, AKBP Siti Rondijah, Pasminlog Lanal Tegal Kapten Laut (T) Muhammad Yuzron, Danramil Tegal Barat Kapten Kav Mukholim, Ketua PCNU Kota Tegal Abdal Hakim Thohari, dan PD Muhammadiyah Kota Tegal KH. Nadirin Maskha beserta tokoh masyarakat serta alim ulama Kota Tegal.