Tegal – Festival Dancing Fountain atau air mancur menari diselenggarakan sebagai upaya menarik wisatawan datang ke Kota Tegal. Hal itu seperti diungkapkan Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono. SE.MM saat membuka langsung Festival Dancing Fountain (air mancur menari) di Kawasan Objek Wisata Pantai Alam Indah (PAI) Sabtu (8/6) malam.
Dengan telah beroperasinya jalan tol Trans Jawa dikatakan Dedy Yon menjadi tantangan terberat bagi Pemerintah Kota Tegal untuk menarik orang datang ke Kota Tegal. Adanya tol menurut nya secara otomatis mengurangi jumlah pengguna jalan yang sebelumnya melintas di kota Tegal saat ini tidak lagi melintas. “Apabila tidak bisa menarik orang untuk datang tentu Kota Tegal akan sepi,” ucapnya.

Bahkan menurutnya tidak hanya akan sering menyelenggarakan event besar, upaya lainnya yg akan dilakukan Pemerintah Kota Tegal diantara nya dengan menata objek – objek wisata dari ujung pesisir bagian barat sampai timur.
PAI dikatakan Dedy Yon juga kedepannya akan dikembangkan wisata bertema “song of the sea” seperti yang ada di negara Singapura. Akan ada wahana permainan parasailing, jetski, hingga banana boat yang akan memanjakan pengunjung setiap sabtu dan minggu.
Festival Dancing Fountain yang telah dilangsung kan dari tanggal 29 Mei – 14 Juli 2019 dikatakan Dedy Yon diharapkan menjadi salah satu daya tarik agar orang mau datang ke Kota Tegal. Dengan hanya membeli tiket seharga Rp.30.000 bagi dewasa dan Rp. 25.000 bagi anak anak pengunjung dapat menikmati sepuasnya pertunjukan air mancur yang menari diiringi musik dan lampu laser.
Tidak hanya di kawasan pesisir saja, upaya Pemerintah Kota Tegal dalam membangun destinasi wisata baru diantaranya merevitalisasi kawasan Alun – alun dengan membuat taman bunga disekitarnya serta merubah rumput nya menjadi rumput sintetis yang dilengkapi air mancur warna warni. Bahkan Dedy Yon menambahkan dibulan Agustus mendatang akan ada beberapa event slalom dan sirkus international yang akan hadir di Kota Tegal.

Ini semata agar Kota Tegal makin menarik sehingga banyak orang mau datang orang,” pungkasnya.
Sementara itu, diungkapkan Bambang Gunawan selaku penyelenggara mengatakan bahwa Festival Dancing Fountain murni atas permintaan Walikota Tegal untuk menghibur warga Kota Tegal.” Mungkin Pak Wali ingin membuat pertunjukan seperti di Singapura, “ucapnya.
Dijelaskan Bambang, Dancing Fountain pertama kali diselenggarakan tahun 2007 di Pekan Raya Jakarta (PJR). Selian di Kota Tegal Dancing Fountain saat ini dikatakan Bambang juga sedang diselenggarakan serentak di tujuh kota di Indonesia. Walaupun awalnya mengaku ragu sukses di Kota Tegal namun dirinya justru kaget dan tidak menyangka antusias masyarakat yang menurutnya luar biasa. “Mudahan-mudahan festival ini bisa memberikan hiburan sekaligus inspirasi bagi masyarakat kota Tegal dan sekitarnya,”pungkasnya
