Tegal – Relawan sekolah Jabodetabek ikut mengajar para pengasong di Sekretariatan TBM Sakila Kerti, Terminal Tipe A, Kota Tegal. Hal itu karena rasa peduli yang tinggi terhadap pendidikan. Ditambah dengan berbagai penghargaan yang telah diperoleh yang sampai terdengar di Jabodetabek.
Penggagas Sekolah Relawan Squad Emak-Emak Peduli Jabodetabek Yusi Laman mengatakan relawan mendengar kiprah dan perjuangan pengasong terminal Kota Tegal. Mereka berjuang untuk mendapatkan ilmu dan martabat pendidikan disaat harus berjualan. Hal itu mampu mengetuk hati relawan untuk berkunjung dan berbagi ilmu. Ditambah perjuangan para pengasong sudah diakui pemerintah dengan berbagai penghargaan yang telah diperoleh TBM Sakila Kerti.
“Untuk itu, kami disini untuk berbagi ilmu sebagai wujud peduli terhadap pendidikan,” kata Yusi Laman, Minggu (17/3).
Yusi Laman mengungkapkan hal serupa juga dilakukan relawan pendidikan di Jabodetabek. Tetapi berbeda dengan yang dilakukan di Terminal Kota Tegal. Bahkan bisa disebut sebagai sekolah terminal satu-satunya di Indonesia.
“Atas dasar itu, kami kesini untuk membantu apa yang bisa diberikan,” ungkap Yusi Laman.
Sementara itu, Pengelola TBM Sakila Kerti Dr Yusqon menyampaikan sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan. Karena perjuanga untuk mencerdaskan pengasong terminal diakui banyak pihak. Untuk itu, hal ini akan terus dikembangkan.
“Saya bersyukur, karena semua yang telah dilakukan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak,” ujar Dr Yusqon.
