TEGAL-TBM Sakila Kerti adalah tempat pendidikan untuk pengasong dan pengamen di Terminal Kota Tegal. Selain TBM, ada juga sekolah terminal dan satu-satunya sekolah yang terletak di terminal, di Jawa Tengah bahkan di Indonesia
Siang itu, Kamis (4/10) di Radio Gama FM, Pendiri dan pengelola TBM Sakila Kerti Dr Yusqon MPd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dr. Johardi dan Budayawan Atmo Tan Sidiq melaksanakan talkshow disalah satu program radio tersebut.
Takhshow tersebut mengusung tema TBM Sakila Kerti.
Pendiri dan pengelola TBM Sakila Kerti Dr Yusqon MPd, mengungkapkan dirinya sengaja mendirikan TBM Sakila Kerti di lingkungan Terminal karena melihat semangat dan minat baca di kalangan pedagang asongan dan warga terminal.
“Semangat dan minat membaca para pedagang asongan dan warga terminal khususnya begitu tinggi, namun mereka belum terfasilitasi dengan baik. Di tengah kesibukan mereka mencari nafkah sesungguhnya ada jeda waktu senggang yang bisa dimanfaatkan untuk membaca beragam buku sebagai sarana rekreasi baca serta peningkatan wawasan mereka,” ungkap Yusqon.
Dr. Yusqon mengatakan, sekolah yang berada di Terminal Kota Tegal berdiri sejak tahun 2011 lalu. Sebagai lembaga non formal, warga yang setiap hari mengasong di kawasan terminal itu bisa melanjutkan pendidikan dan mendapatkan ijazah.
“Pendirian TBM di terminal Kota Tegal itu karena terpanggil dan tertantang untuk menerapkan hasil disertasi terkait “Long Life Education””, ujar Dr. Yusqon.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dr. Johardi menuturkan, saat itu, ketika dicanangkan Tegal Cerdas, Doktor Yusqon langsung membuat gebrakan untuk Kota Tegal, yakni TBM Sakila Kerti.
Menurut Johardi, keberadaan TBM Sakila Kerti di Terminal, awalnya masih dianggap asing, misalnya oleh supir, kernek bus, pedagang asongan dsb. “Berkat kesabaran Pak Yusqon, saat ini di Terminal bukan hanya dihuni oleh pedang asongan, supir, kernet yang buta aksara. Sekarang di Terminal, masyarakat disana hobi membaca”, kata Dr. Johardi.
Menurut Johardi, prestasi TBM Sakila Kerti luar biasa dan beragam penghargaan telah diraih. Doktor Yuson mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Terminal.
Sementara itu, Budayawan Atmo Tan Sidiq menuturkan, TBM Sakila Kerti merupakan wahana berkumpulnya supir, pedagang asongan dll yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Doktor Yusqon hadir mampu merangkul semuanya.
Menurut Atmo, pengelola TMB Sakila Kerti, Dr. Yusqon itu natural dan memiliki ketulusan. Atmo mencontohkan, misal seseorang ketika mendekat ke seseorang, yang tulus dan tidak, itu berbeda.
