TEGAL – Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) XXV dan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Tegal tahun 2018 berlangsung di GOR Wisanggeni Kota Tegal. Selasa (9/4). Kegiatan yang melibatkan anak-anak dengan penamilan kesenian oleh anak-anak dan penyerahan hadiah berbagai perlombaan yang diadakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal. Diah Triastuti, S.H mengatakan bahwa dengan peringatan HARGANAS dan HAN masyarakat akan lebih mengenal Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional. ‘’Denggan mengusung tema hari keluarga hari kita semuda dan anak Indonesia anak jenius, gesit, berani, unggul dan sehat, mudah-mudahan kita dan anak-anak kita di dalam keluarga menjadi keluarga harmonis dan sejahtera,’’ paparnya.
Dalam kesempatannya Plt. Sekda Pemerintahan Kota Tegal Yuswo Waluyo menyampiakan sambutan Plt. Wali Kota Tegal H.M Nursoleh bahwa betapa pentingnya kedekatan hubungan antarsesama anggota keluarga sebagai pondasi bagi seseorang mengarungi kehidupannya kelak.
‘’Sebab keluarga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri kita, karena seluruh cinta dan kasih sayang yang kita miliki berasal dari keluarga. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kegiatan interaksi di lingkungan keluarga sehingga hubungan di antara anak dan orangtua bisa semakin erat,’’ papar Yuswo Waluyo.
Di dalam pembangunan manusia dan pembangunan keluarga, harus diperkuat dengan interaksi, meningkatkan sinergitas dan koordinasi antargenerasi maupun sesama generasi. Di sekitar kita masih banyak anak, cucu, orangtua, yang sampai saat ini menetap dalam satu atap.
‘’Komunikasi tiga generasi itulah yang kemudian harus juga menjadi target untuk ditingkatkan terus. Adanya salah komunikasi, bisa berakibat tidak baik bagi suatu keluarga yang menetap satu atap. Apalagi di Indonesia ini rata-rata cucunya dititipkan kepada kakek-neneknya,’’ tambah Yuswo
Meskipun banyak juga orangtua saat ini yang mempercayakan pengasuhan anak dengan bantuan babysitter sementara orangtuanya tetap menjalankan kewajiban bekerja mencari nafkah dan menjalin keeratan dengan memanfaatkan teknologi, namun perkembangan teknologi tidak boleh menghilangkan interaksi atau komunikasi di antara ayah, ibu, dan anak.
‘’Insya Allah dengan hubungan keluarga yang harmonis, komunikasi yang dibangun antara orangtua dan anak pun akan semakin baik dan orangtua dapat lebih optimal mendidik anak sehingga anak-anak Indonesia dapat menjadi anak-anak yang GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat),’’ papar Yuswo Waluyo dalam membacakan sambutan Plt. Wali Kota Tegal.
