TEGAL – Pemerintah Kota Tegal akan menerima penghargaan di Hari Buta Aksara Internasional dibawah pimpinan Plt. Wali Kota Tegal M. Nursholeh dan akan diserahkan di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara (Sumut). Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi, karena Kota Tegal telah berhasil mengentaskan buta aksara. Kali ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat yang akan memberikan Anugerah Aksara.Hal itu terungkap dalam audiensi antara Wali Kota Tegal M. Nursholeh, pendiri TBM Sakila Kerti Dr Yusqon, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdikbud) Kota Tegal Johardi, di ruang kerja wali kota, Minggu (2/9).

Anugerah akan diterima Plt Wali Kota Tegal Nursholeh bersama tiga kepala daerah lain yakni dari Kabupaten Deli Serdang, Bogor dan Pasuruan pada Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Tahun 2018, di Alun-alun Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu, 8 September mendatang. Ke-empat daerah tersebut dianggap telah melaksanakan penuntasan buta aksara di daerah masing-masing.

Bahkan Pemkot Tegal menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang akan menerima anugerah dan rencananya diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada kesempatan yang sama, TBM Sakila Kerti binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal juga akan menerima bantuan operasional motor bersama satu TBM yang mendapatkan Mobil, dua SKB memperoleh mobil dan enam SKB yang akan mendapatkan motor lain se-Indonesia.

Wali Kota Tegal Nursholeh mengatakan sebagai kepala daerah yang memiliki kebijakan dan penggunaan anggaran memang sangat mendukung pemberantasan buta aksara di Kota Tegal. Hal itu merupakan bukti nyata tanggung jawab dan konsistensi pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga buta aksara yang ada di Kota Tegal akan dapat dientaskan.

“Apresiasi luar biasa kepada Dr Yusqon yang punya ide dan gigih mengangkat Kota Tegal ke kancah nasional dan Johardi Kepala Dinas Pendidikan sebagai OPD pelaksana. Semua Ini adalah kerjasama tim yang kompak,” kata Nursholeh.

Nursholeh mengungkapkan Pemkot Tegal melalui sejumlah OPD seperti DPMPTSP, Disnakerin, Dinas Perhubungan, dan lainnya sebelumnya juga berhasil menorehkan prestasi di bidang masing-masing. Sehingga penghargaan seperti itu mampu mengangkat Kota Tegal. Karena beberapa OPD telah berhasil menunjukkan prestasinya.

“Saya memberikan kesempatan OPD untuk berkreasi dan berprestasi untuk masyarakat. Karena sejatinya penghargaan ini untuk masyarakat Kota Tegal dan saya berharap menjadi aman serta sejahtera dengan rihdo Allah Swt,” ungkap Nursholeh.

Sementara itu, Pendiri TBM Sakila Kerti Yusqon Dr Yusqon menyampaikan sebagai pendiri lembaga pendidikan non formal. TBM berharap setelah Pemkot meraih penghargaan, bisa bersama-sama merubah pandangan masyarakat bahwa TBM tidak hanya tempat membaca. Namun lebih dari itu, bisa melayani masyarakat. Seperti TBM Sakila Kerti yang selama ini melayani warga Terminal Kota Tegal.

“Dan bantuan motor dari Kemendikbud ini bisa menunjang TBM untuk berkeliling kawasan terminal untuk membawa buku untuk pembaca,” terang Dr Yusqon.